Salah satu bahaya seorang pemimpin adalah apabila ia jatuh
kepada kesombongan. Manusia sangat rentan terhadap kesombongan. Hal ini dapat
terjadi saat seseorang diberi kuasa, menyadari akan persepsi umum terhadapnya
dan memegahkan keberhasila dirinya. Kesombongan hadir dalam diri seseorang
karena merasa lebih dari yang lain. Kesombongan bukan dikarenakan keadaan atau
realitas dirinya tetapi sikap merasa lebih dari yang lain. Oleh karena itu
seorang yang sombong tidak akan senang melihat orang sombong yang lain. Seorang
pemimpin adalah seorang yang superior tapi bukan dalam hal statusnya melainkan
dalam hal fungsinya. Seorang pemimpin memang harus menyadari superiornya
terhadap orang-orang yang dipimpinnya dalam hal menangkap visi, mengorganisasi
dan memotivasi.
Bahaya dari kesombongan adalah kesombongan merupakan sikap
dalam diri yang tersembunyi. Ia berasal dari dalam. Bahkan seornag tidak dapat
berkata telah bebas dari kesombongan karena jika demikian itu merupakan
kesombongan itu sendiri.
Satu-satunya sikap yang kita miliki tanpa pernah merasa
memilikinya adalah kerendahan hati. Ketika kita mengakui bahwa kita rendah hati
saat itu juga kita telah kehilangan kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan
sikap yang mengakui ketiadaan diri dihadapan Allah dan dalam Allah yang menjadi
segala sesuatu kitaa menjadi sesuatu. Aku harus terus belajar merendahkan hati
untuk dapat melihat perbuatan-perbuatan Tuhan dalam pelayanan yang sedang
kukerjakan dan tidak sampai di sana, perlu kerendahan hati untuk dapat dipakai
Tuhan secara leluasa. Kesombongan hanya akan menghambat pekerjaan Tuhan dalam
diriku.
(Refleksi Dari Buku Kepemimpinan Kristen oleh Sendjaya)