Jumat, 06 April 2012

Refleksi Hari Ini: Kasih Yang Memulihkan


Yohanes 15:1-16
Pada bagian pertama perikop ini yaitu ayat 1-8 merupakan sebuah pengandaian langsung oleh Yesus bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar dan murid adalah ranting-rantingnya. Bagian ini menunjukkan sebuah hubungan organis antara Yesus dan murid. Ada sebuah persekutuan. Hubungan organis ini menurut Yesus adalah tinggal di dalam Dia. Yesus mengulang sampai beberapa kali agar murid-murid tinggal di dalam Dia karena hanya tinggal di dalam Yesus murid akan tumbuh dan berbuah banyak.

Bagian kedua perikop ini yaitu ayat 9-10 menjelaskan pernyataan tinggal di dalam Yesus. Yesus berkata, sama seperti Yesus mengasihi Bapa, demikianlah Yesus telah megasihi murid-murid-Nya, maka murid harus tinggal di dalam Yesus. Jadi, tinggal di dalam Yesus berarti tinggal di dalam Kasih-Nya.

Bagian ketiga perikop ini yaitu ayat 11-16 menjelaskan arti dari tinggal di dalam Kasih Yesus. Yesus berkata bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya dan Yesus berkata dengan jelas bahwa murid-murid adalah sahabat-Nya. Jadi tinggal di dalam kasih Yesus berarti tinggal di dalam kasih pengorbanan Yesus yang membawa keselamatan. Dan bukan murid yang memilih Yesus tetapi Yesuslah yang memilih murid. Jadi Yesuslah yang memilih murid sebagai sahabat yang menerima kasih pengorbanan-Nya yang menyelamatkan untuk dapat bersekutu kembali dengan Allah agar murid-murid berbuah banyak. Buah itu adalah kasih kepada sesama. Sebagai perintah Yesus berkata agar murid saling mengasihi.

Kita bersyukur untuk kasih Yesus yang membawa keselamatn manusia. Apakah kita telah menikmati kasih-Nya itu secara pribadi dan telah mengalami pemulihan hubungan dengan Allah? Hanya ketika datang kepada Yesus dan menerima-Nya secara pribadi maka kita akan dipulihkan di dalam kasih-Nya dan kita kembali mengalami persekutuan dengan Dia seperti ranting yang di cangkokkan kepada batang yakni Yesus sebagai pokok anggur yang benar.

Hari ini, sebagai orang Kristen kita pasti mengikuti berbagai ibadah peringatan kematian Yesus. Semua itu tidak akan berarti dan tidak menghasilkan buah jika kita belum menerima kasih Yesus yang berkorban itu secara pribadi dan jika kita belum mengizinkan kasih-Nya itu memulihkan hubungan kita dengan Allah, kita hanya ranting-ranting yang tidak terhubung dengan Allah. Mungkin kita menangis, tersentuh atau terharu saat mengikuti ibadah tetapi itu hanya sementara. Karena itu, mari memeriksa diri kita. Mari menerima Yesus secara pribadi dan izinkan kasih-Nya memulihkan kita dengan demikian kita kembali dicangkokan kepada pokok kebenaran yaitu Yesus sendiri, sehingga Jumat agung bukan hanya rutinitas tahunan tetapi sebuah peringatan pemulihan hubungan kita dengan Allah melalui darah Yesus . Hanya dengan demikian juga kita dapat berbuah yakni membagikan kasih yang kita terima kepada sesama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar