1 Petrus 5: 8-11
Tahun 2003 saya masuk kuliah. Ketika itu warung internet di daerah
saya kuliah masih tempat primadona karena para dosen mulai memanfaatkan dunia
internet untuk berbagai tugas. Karenanya mahasiswa kerapkali harus ke warung
internet. Ketika itu juga sebagai orang yang baru datang ke kota dan mengenal
internet, ada sebuah kebebasan yang sangat menggoda untuk menjelajah di dunia
internet. Maka saya bersama teman-teman saya mahasiswa baru seringkali ke
warnet bersama dan sebagai orang muda maka tak jarang teman-teman membuka
situs-situs yang menyediakan video-video porno. Hal itu serasa wajar di antara
kami. Sampai ketika saya mulai dibina dalam pelayanan mahasiswa saya akhirnya
bertobat dan menerima Yesus. Saya di bina oleh seorang abang rohani.
Sejak saya di bina oleh abang rohani saya, dia selalu bertanya apakah
ada tugas yang harus di cari di internet dan dia selalu menawarkan diri untuk
menemani saya. Akhirnya saya mengerti bahwa ketika saya ke warung internet
bersamananya maka saya terbebas dari godaan dosa dunia internet. Tuhan
memperlengkapi saya melalui abang rohani saya untuk berkemenangan. Petrus berkata
agar kita senantiasa berjaga-jaga karena iblis senantiasa berjalan berkeliling
sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang untuk ditelannya. Godaan untuk
jatuh ke dalam dosa ada disekitar kita. Bahkan kejatuhan kita dalam dosa sangat
tidak kentara. Godaan itu ada bersama kita setiap saat karenanya kita harus
melawannya dengan iman yang teguh.
Kita tidak dapat berpikir bahwa kita tidak akan jatuh. Kejatuhan kita
seringkali di awali dari kelalaian kita dalam hal-hal sederhana. Karena itu Petrus
menasihatkan kita harus melawan dengan iman. Menahan diri dan siap menderita. Penderitaan
dalam konteks perikop ini (1 Petrus 5:8-11) merupakan penderitaan berupa
penganiayaan bagi orang-orang yang berpegang pada iman kepada Yesus. Saat ini,
mungkin kita tidak sampai menderita aniaya tetapi kita harus siap menahan diri
dari kesenangan-kesenangan dunia yang dinikmati orang-orang di sekitar kita. Maka
Allah yang telah memanggil kita ke dalam kemuliaan-Nya dalam Yesus akan
memperlengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita melalui caranya
sendiri. Saya menerimanaya ketika itu melalui abang rohani saya dan saat ini
seringkali melalui persekutuan pribadi saya.
Jangan menganggap remeh kesendirian dan pelanggaran-pelanggaran kecil
segeralah bangkit dan bertekun dalam firman agar kita mampu bertahan melawan godaan-godaan
yang lebih besar. Karena kejatuhan kita yang terbesar pasti diawali kejatuhan
kita dalam perkara-perkara kecil hingga kita tidak lagi peka akan dosa
sebaliknya kemengan kita yang besar selalu di awali kedisiplinan-kedisiplinan
kita dari hal-hal sederhana.
Allah memperlengkapi, menguatkan dan meneguhkan kita melalui
disiplin-disiplin rohani kita sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar