Rabu, 04 April 2012

Refleksi Hari Ini: Berjaga-jaga dan Menang Setiap Hari


1 Petrus 5: 8-11


Tahun 2003 saya masuk kuliah. Ketika itu warung internet di daerah saya kuliah masih tempat primadona karena para dosen mulai memanfaatkan dunia internet untuk berbagai tugas. Karenanya mahasiswa kerapkali harus ke warung internet. Ketika itu juga sebagai orang yang baru datang ke kota dan mengenal internet, ada sebuah kebebasan yang sangat menggoda untuk menjelajah di dunia internet. Maka saya bersama teman-teman saya mahasiswa baru seringkali ke warnet bersama dan sebagai orang muda maka tak jarang teman-teman membuka situs-situs yang menyediakan video-video porno. Hal itu serasa wajar di antara kami. Sampai ketika saya mulai dibina dalam pelayanan mahasiswa saya akhirnya bertobat dan menerima Yesus. Saya di bina oleh seorang abang rohani.

Sejak saya di bina oleh abang rohani saya, dia selalu bertanya apakah ada tugas yang harus di cari di internet dan dia selalu menawarkan diri untuk menemani saya. Akhirnya saya mengerti bahwa ketika saya ke warung internet bersamananya maka saya terbebas dari godaan dosa dunia internet. Tuhan memperlengkapi saya melalui abang rohani saya untuk berkemenangan. Petrus berkata agar kita senantiasa berjaga-jaga karena iblis senantiasa berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang untuk ditelannya. Godaan untuk jatuh ke dalam dosa ada disekitar kita. Bahkan kejatuhan kita dalam dosa sangat tidak kentara. Godaan itu ada bersama kita setiap saat karenanya kita harus melawannya dengan iman yang teguh.

Kita tidak dapat berpikir bahwa kita tidak akan jatuh. Kejatuhan kita seringkali di awali dari kelalaian kita dalam hal-hal sederhana. Karena itu Petrus menasihatkan kita harus melawan dengan iman. Menahan diri dan siap menderita. Penderitaan dalam konteks perikop ini (1 Petrus 5:8-11) merupakan penderitaan berupa penganiayaan bagi orang-orang yang berpegang pada iman kepada Yesus. Saat ini, mungkin kita tidak sampai menderita aniaya tetapi kita harus siap menahan diri dari kesenangan-kesenangan dunia yang dinikmati orang-orang di sekitar kita. Maka Allah yang telah memanggil kita ke dalam kemuliaan-Nya dalam Yesus akan memperlengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita melalui caranya sendiri. Saya menerimanaya ketika itu melalui abang rohani saya dan saat ini seringkali melalui persekutuan pribadi saya.

Jangan menganggap remeh kesendirian dan pelanggaran-pelanggaran kecil segeralah bangkit dan bertekun dalam firman agar kita mampu bertahan melawan godaan-godaan yang lebih besar. Karena kejatuhan kita yang terbesar pasti diawali kejatuhan kita dalam perkara-perkara kecil hingga kita tidak lagi peka akan dosa sebaliknya kemengan kita yang besar selalu di awali kedisiplinan-kedisiplinan kita dari hal-hal sederhana.

Allah memperlengkapi, menguatkan dan meneguhkan kita melalui disiplin-disiplin rohani kita sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar