Sabtu, 07 April 2012

Refleksi Hari Ini: Penanda Utama


1 Korintus 13:4-7

Sepanjang hari kemarin, umat Kristiani memperingati hari kematian Yesus dengan sangat khusuk. Beberapa gereja memanfaatkan momen ini untuk melakukan kebaktian kebangunan rohani. Sepanjang dinding FB tentu begitu banyak ekspresi dan ucapan peringatan kematian Yesus di kayu salib. Begitu banyaknya dan pada dasarnya semua mengakui kasih Kristus yang sedemikian besar. Tentu kita semua setuju akan kasih Yesus sebagai kasih terbesar di dalam dunia. Banyak yang menyatakan rasa syukur atas kasih Yesus yang mendatangkan keselamatan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Tetapi kemudian saya mulai berpikir sedemikian tampak sangat rohanilah orang-orang Kristen dalam ibadah maupun dalam ekspresi peringatan kematian Yesus, lantas apa dampaknya dan apakah itu melahirkan komitmen yang semakin dalam untuk mengasihi Tuhan.

Paulus dalam 1 korintus 13:4-7 menuliskan apa itu kasih. Bagian ini terletak dalam konteks panjang. Paulus telah lebih dulu membahas kekayaan gereja yang penuh dengan karunia-karunia dan apa tujuannya karunia jemaat dalam gereja (12:1-31). Setelah bagian ini nantinya Paulus akan membahas lebih terperinci karunia-karunia sebagai pemberian Tuhan bagi gereja (14:1-25). Gereja dapat menjadi sedemikian berkembang oleh kekayaan karunia yang ada dalam gereja itu tetapi seperti jemaat di korintus kekayaan karunia dalam gereja dapat pula memecah jemaat dan cendrung membuat gereja sombong. Karena itu Paulus memberi sebuah reffrein di antara pembahasan kekayaan gereja ini (13:1-13). Paulus berkata jika ia tidak memiliki kasih maka sama sekali ia tidak berguna. Apakah penanda utama gereja adalah kasih.

Dalam bagian ini Paulus menyatakan arti kasih itu sendiri. Dalam pengertian kasih yang dipaparkan ini maka kasih itu adalah Yesus sendiri. Hanya ketika kita ada di dalam Kristus maka kita dapat mampu sabar sebagaimana Yesus sabar atas keadaan manusia, di dalam Yesus kita akan mampu mengakui kelebihan orang lain bukan mencemburuinya dan tidak melebih-lebihkan karunia dalam diri atau menyombongkannya. Kasih di dalam Yesus akan mendorong kita untuk teratur bukan melakukan yang tidak sopan, mengutamakan orang lain bukan mencari keuntungan diri. Kasih di dalam Yesus memapukan kita menahan diri dan tidak merasa berhak marah atau sakit hati sehingga kita senantiasa dapat mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain karena kita menyadari kita telah menerima pengampunan dari Yesus secara cuma-Cuma.  Kasih di dalam Kristus akan membuat kita berduka atas setiap ketidakadilan dan tidak akan mau mendukung bahkan melakukan ketidakadilan tetapi dengan menegakkan kebenaran dan kasih mendorong kita untuk banyak menolong dengan demikian kita bisa banyak menutupi kekurangan orang-orang di sekitar kita, kasih kita di dalam Yesus memampukan kita melihat kebenaran hingga kita dapat berharap atas kasih yang menyentuh banyak orang. Dengan demikian kita dapat sabar menanggung segala sesuatu sebagaimana Yesus telah melakukannya.

Gereja dapat melakukan perayaan dengan berbagai kekayaan karunia yan dimilikinya atau setiap orang Kristen dapat merayakan dan megekspresikan Kasih Yesus di Golgota tetapi semua itu dapat berlalu dan tidak mempengaruhi apa pun dalam diri kita karena kita hanya merefleksikan, menghayati dan merayakannya tanpa diikuti menerima kasih itu dan menyatakannya bagi banyak orang.

Biarlah peringatan kematian dan kebangkitan Yesus bukan hanya perayaan kasih terbesar  di kayu salib tetapi menjadi penanda utama dalam hidup kita bahawa kita semakin hidup di dalam kasih itu. Dengan demikian kita dapat berkata tetapi jika aku tidak memiliki kasih aku sama sekali tidak berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar