Selasa, 24 April 2012

3 Pelajaran Hikmat Hari Ini


Amsal 4:1-7

Pernahkah anda melewati hari anda tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan semua rencana pagi anda tak satupun yang terlaksana. Anda hanya menghabiskan waktu sepanjang hari dengan rasa gelisah, tidak nyaman atau bahkan mengikuti suasana hati dengan bermalas-malasan memuaskan perasaan-perasaan dengan musik atau bacaan. Jika semua ini adalah waktu yang dikhususkan untuk istirahat maka akan mendatangkan semangat baru untuk esok hari tetapi bagaimana jika waktu itu berlalu justru kita menjadi tambah lelah bahkan membuat ita menjadi panik keesokan harinya? Dalam hal inilah kita memerlukan hikmat untuk memberi pengertian akan setiap pilihan yang kita ambil. Hikmat tidak menjamin kita untuk selalu mampu memilih secara tepat tetapi hikmat akan menolong kita mempunyai pengertian untuk mengisi waktu secara tepat.

Pernahkah anda mengikuti sebuah kegiatan hanya karena disebabkan rasa segan kepada teman yang mengajak kita? Sehingga anda hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sama sekali tidak anda nikmati bahkan seandainya anda menilainya maka anda akan berkata “sungguh aku telah menghabiskan waktuku secara sia-sia”. Dalam hal inilah diperlukan hikmat. Hikmat tidak tidak menjamin kita untuk selalu memutuskan sesuatu secara tepat tetapi hikmat akan memberi kita pengertian yang benar untuk memutuskan sesuatu yang akan kita lakukan. Hikmat memberi pengertian yang melahirkan keberanian untuk menolak sesuatu yang tidak berkenan bagi kita.

Pernahkah anda menyesali sesuatu yang sudah anda lakukan? Setidaknya jika dapat mengulang maka anda tidak akan melakukannya? Inilah yang menjadi perbedaan kita dengan makhluk lain ciptaan Tuhan. Menyesal adalah langkah awal sebuah perbaikan. Karenanya diperlukan hikmat untuk dapat beroleh pengertian. Hikmat tidak menjamin kita untuk tidak pernah jatuh tetapi hikmat memberi kita pengertian untuk jalan yang lebih baik.

Penulis amsal berpesan betapa pentingnya kita mencari hikmat dan memegangnya. Karena hanya dengan begitulah kita akan beroleh pengertia akan setiap apa yang kita lakukan (hidup). Ketika kita melakukan sesuatu tanpa pengertian maka tidak lain berarti kita hanya dikendalikan oleh hasrat atau nafsu. Kalau begitu apakah bedanya kita dengan hewan yang melakukan sesuatu berdasarkan hasrat dan nafsu (naluri)?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar