Amsal 4:1-7
Pernahkah anda
melewati hari anda tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan semua rencana
pagi anda tak satupun yang terlaksana. Anda hanya menghabiskan waktu sepanjang
hari dengan rasa gelisah, tidak nyaman atau bahkan mengikuti suasana hati
dengan bermalas-malasan memuaskan perasaan-perasaan dengan musik atau bacaan. Jika
semua ini adalah waktu yang dikhususkan untuk istirahat maka akan mendatangkan
semangat baru untuk esok hari tetapi bagaimana jika waktu itu berlalu justru
kita menjadi tambah lelah bahkan membuat ita menjadi panik keesokan harinya? Dalam
hal inilah kita memerlukan hikmat untuk memberi pengertian akan setiap pilihan
yang kita ambil. Hikmat tidak menjamin kita untuk selalu mampu memilih secara
tepat tetapi hikmat akan menolong kita mempunyai pengertian untuk mengisi waktu
secara tepat.
Pernahkah anda
mengikuti sebuah kegiatan hanya karena disebabkan rasa segan kepada teman yang
mengajak kita? Sehingga anda hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sama
sekali tidak anda nikmati bahkan seandainya anda menilainya maka anda akan
berkata “sungguh aku telah menghabiskan waktuku secara sia-sia”. Dalam hal inilah
diperlukan hikmat. Hikmat tidak tidak menjamin kita untuk selalu memutuskan
sesuatu secara tepat tetapi hikmat akan memberi kita pengertian yang benar
untuk memutuskan sesuatu yang akan kita lakukan. Hikmat memberi pengertian yang
melahirkan keberanian untuk menolak sesuatu yang tidak berkenan bagi kita.
Pernahkah anda
menyesali sesuatu yang sudah anda lakukan? Setidaknya jika dapat mengulang maka
anda tidak akan melakukannya? Inilah yang menjadi perbedaan kita dengan makhluk
lain ciptaan Tuhan. Menyesal adalah langkah awal sebuah perbaikan. Karenanya diperlukan
hikmat untuk dapat beroleh pengertian. Hikmat tidak menjamin kita untuk tidak
pernah jatuh tetapi hikmat memberi kita pengertian untuk jalan yang lebih baik.
Penulis amsal
berpesan betapa pentingnya kita mencari hikmat dan memegangnya. Karena hanya
dengan begitulah kita akan beroleh pengertia akan setiap apa yang kita lakukan
(hidup). Ketika kita melakukan sesuatu tanpa pengertian maka tidak lain berarti
kita hanya dikendalikan oleh hasrat atau nafsu. Kalau begitu apakah bedanya
kita dengan hewan yang melakukan sesuatu berdasarkan hasrat dan nafsu (naluri)?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar