Kamis, 26 April 2012

Tidak Sekedar Bercermin


Yakobus 1: 19-27
Pernahkah kita mendengarkan khotbah atau membaca firman Tuhan, lantas tiba-tiba kita teringat pada seseorang dan langsung berfikir,”seandainya dia mendengar firman ini” artinya kita merasa firman itu lebih tepat atau cocok sekali dengan orang tersebut. Jika kita terdorong oleh kasih kita pada orang tersebut, maka hal ini baik tetapi kita jika kita terdorong hanya untuk menegur orang dan mengamat-amati kesalahannya, ini tidak baik.

Yakobus mengingatkan, agar kita cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berbicara. Firman Tuhan yang dijadikan hanya sebagai pengetahuan akan cendrung untuk menjadikannya seagai senjata untuk menegur orang lain. Yakobus mengingatkan bahwa Firman Tuhan bukan sekedar di dengar tetapi dilakukan. Firman Tuhan haruslah lebih dahulu mengubahkan hidup kita. Mengetahui banyak firman tidak sama dengan hidup di dalam firman Tuhan.

 Yakobus mengingatkan agar kita mengekang lidah dan tidak hidup dalam amarah. Mengapakah Yakobus menghubungkan pengekangan lidah dan amarah dengan melakukan firman. Jika kita mengetahui banyak firman Tuhan dan tidak melakukannya kita akan merasa bahwa kita telah hidup dalam firman sehingga kita akan dengan mudah melihat kesalahan-kesalahan orang lain lantas menjadi marah. Dan hal yang sangat buruk ketika firman Tuhan kita jadikan hanya untuk menegur orang lain. Jadi Yakobus mengingatkan agar Firman Tuhan bukan hanya cerin sesaat bagi kita tetapi menjadi Firman yang hidup yang mengubahkan dan memerdekakan kita.

Kita perlu mengingat, Firman Tuhan yang kita terima dan kita lakukan juga tidak berarti hanya kita yang memahaminya tetapi Firman Tuhan terbuka bagi orang lain. Jadi kita hanya dapat share tentang pemahaman kita pada orang lain jadi kita saling memperkaya dalam memahami kebenaran Firman Tuhan.

Mari bertekun dalam mempelajari Firman dan melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar