Lukas
7:36-50
Mungkin kita sering mendengar kalimat-kalimat : ‘dikasih hati minta
jantung’, ‘makin dibaiki makin melonjak’, ‘kalau dibaiki jadi tidak hormat’. Seorang
guru menjadi kehilangan kasihnya dan kehangatan hanya untuk menjaga wibawa
dengan menjaga jarak dengan siswanya. Kita sudah terpola bahwa seorang anak
yang dibaiki akan meremehkan kita. Kalau prinsip-prinsip ini adalah prinsip
Tuhan, apa jadinya kita? Kita tidak akan beroleh pengampunan.
Lukas 7:36-50 menunjukkan hal yang sebaliknya. Dalam perikop ini yang
berlaku adalah hukum kasih. Siapa yang lebih banyak diampuni maka dia akan
lebih banyak mengasihi. Seorang perempuan yang dikenal sebagai perempuan
pendosa mencuci kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan
meminyakinya dengan minyak yang sangat mahal. Yesus berkata bahwa perempuan itu
telah melakukan banyak kasih. Perempuan itu sungguh-sungguh merasakan
ketidaklayakan dihadapan Yesus karenanya dia sangat mengasihi Yesus sebagai
pribadi yang memberi pengampunan baginya.
Ketika kita menghayati akan besarnya pengampunan Allah secara cuma-cuma
bagi kita apakah kita masih akan berbalik pada dosa pelanggaran kita. Paulus
mengingatkan, jangan kiranya kita menyalah artikan kemerdekaan kita. Kita dimerdekakan
dari dosa bukan dimerdekakan melakukan dosa.
Semakin kurenungkan arti pengampunan Tuhanku
semakin aku mengasihi-Nya
dan semakin aku berkomitmen untuk setia kepada-Nya.
Kesetiaan kasih kepada
Tuhanku melahirkan komitmen untuk hidup kudus dan taat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar