Rabu, 18 April 2012

Kasih, Pengampunan dan Komiten


Lukas 7:36-50
Mungkin kita sering mendengar kalimat-kalimat : ‘dikasih hati minta jantung’, ‘makin dibaiki makin melonjak’, ‘kalau dibaiki jadi tidak hormat’. Seorang guru menjadi kehilangan kasihnya dan kehangatan hanya untuk menjaga wibawa dengan menjaga jarak dengan siswanya. Kita sudah terpola bahwa seorang anak yang dibaiki akan meremehkan kita. Kalau prinsip-prinsip ini adalah prinsip Tuhan, apa jadinya kita? Kita tidak akan beroleh pengampunan.

Lukas 7:36-50 menunjukkan hal yang sebaliknya. Dalam perikop ini yang berlaku adalah hukum kasih. Siapa yang lebih banyak diampuni maka dia akan lebih banyak mengasihi. Seorang perempuan yang dikenal sebagai perempuan pendosa mencuci kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan meminyakinya dengan minyak yang sangat mahal. Yesus berkata bahwa perempuan itu telah melakukan banyak kasih. Perempuan itu sungguh-sungguh merasakan ketidaklayakan dihadapan Yesus karenanya dia sangat mengasihi Yesus sebagai pribadi yang memberi pengampunan baginya.

Ketika kita menghayati akan besarnya pengampunan Allah secara cuma-cuma bagi kita apakah kita masih akan berbalik pada dosa pelanggaran kita. Paulus mengingatkan, jangan kiranya kita menyalah artikan kemerdekaan kita. Kita dimerdekakan dari dosa bukan dimerdekakan melakukan dosa.

Semakin kurenungkan arti pengampunan Tuhanku 
semakin aku mengasihi-Nya dan semakin aku berkomitmen untuk setia kepada-Nya. 
Kesetiaan kasih kepada Tuhanku melahirkan komitmen untuk hidup kudus dan taat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar