Kamis, 19 April 2012

Melawan Arus Kefasikan


Hosea 10:9-15

Selama memasuki minggu ini, kita banyak mendapat berita kecurangan UN. Ketika kecurangan dilakukan secara massal dan di skenario oleh pihak-pihak pelaksana pendidikan itu sendiri maka kecurangan menjadi sebentuk ekspresi dari kepedulian guru pada siswa. Para orangtua menjadi merasa sangat ditolong oleh guru-guru yang mau membantu anaknya. Akhirnya siswa merasa bahwa kecurangan hanya sebentuk usaha untuk menyelamatkan diri. Memang usaha, tetapi usaha dalam bentuk kebohongan, kefasikan dan kecurangan sama sekali ditolak oleh Allah.

Hosea  10:9-15 menuiskan bagaimana Allah mengecam bangsa Israel yang akhirnya berpaling dari Allah dan hidup menurutnya sendiri. Ketika kita tidak lagi takut akan Allah, maka standar hidup kita adalah diri kita sendiri. Perikop ini lebih kepada seruan bagi bangsa Israel untuk berbalik kepada Allah. Ada sebuah pernyataan kasih Allah atas bangsa itu (ay 11). Tetapi ketika bangsa itu tidak berbalik maka perikop ini juga menyatakan murka Allah (ay 14-15).

Allah menolak segala bentuk kefasikan bahkan walau kelihatan menjadi jalan keluar bagi kita, kita harus lebih mengasihi Allah. Takut akan Allah berarti meletakkan standar hidup seturut kebenaran Allah. Dengan demikian kita tidak akan hidup dalam keabu-abuan atau sikap pragmatis individualis yang hanya mementingkan kebaikan sesaat. Hidup dalam standar Allah akan memampukan kita menolak segala bentuk kecurangan dan menilai pertimbangan-pertimbangan manusia yang sangat relatif.
Hanya ketika kita kembali kepada standar firman Allah
Kita akan menolak segala bentuk kefasikan
Sekalipun kelihatan mendatangkan kesenangan
Atau jalan keluar dan pertolongan
Sebab aku lebih suka menyenagkan-Nya
dan beroleh sukacita kekal di dalam Dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar