Hosea 10:9-15
Selama memasuki minggu ini, kita banyak mendapat berita kecurangan UN.
Ketika kecurangan dilakukan secara massal dan di skenario oleh pihak-pihak
pelaksana pendidikan itu sendiri maka kecurangan menjadi sebentuk ekspresi dari
kepedulian guru pada siswa. Para orangtua menjadi merasa sangat ditolong oleh
guru-guru yang mau membantu anaknya. Akhirnya siswa merasa bahwa kecurangan
hanya sebentuk usaha untuk menyelamatkan diri. Memang usaha, tetapi usaha dalam
bentuk kebohongan, kefasikan dan kecurangan sama sekali ditolak oleh Allah.
Hosea 10:9-15 menuiskan
bagaimana Allah mengecam bangsa Israel yang akhirnya berpaling dari Allah dan
hidup menurutnya sendiri. Ketika kita tidak lagi takut akan Allah, maka standar
hidup kita adalah diri kita sendiri. Perikop ini lebih kepada seruan bagi
bangsa Israel untuk berbalik kepada Allah. Ada sebuah pernyataan kasih Allah
atas bangsa itu (ay 11). Tetapi ketika bangsa itu tidak berbalik maka perikop
ini juga menyatakan murka Allah (ay 14-15).
Allah menolak segala bentuk kefasikan bahkan walau kelihatan menjadi
jalan keluar bagi kita, kita harus lebih mengasihi Allah. Takut akan Allah
berarti meletakkan standar hidup seturut kebenaran Allah. Dengan demikian kita
tidak akan hidup dalam keabu-abuan atau sikap pragmatis individualis yang hanya
mementingkan kebaikan sesaat. Hidup dalam standar Allah akan memampukan kita
menolak segala bentuk kecurangan dan menilai pertimbangan-pertimbangan manusia
yang sangat relatif.
Hanya ketika kita kembali kepada standar firman Allah
Kita akan menolak segala bentuk kefasikan
Sekalipun kelihatan mendatangkan kesenangan
Atau jalan keluar dan pertolongan
Sebab aku lebih suka menyenagkan-Nya
dan beroleh sukacita kekal di dalam Dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar