Mazmur 119:145-150
Teks ini merupakan bagian dari perikop panjang Mazmur 119 yakni sebuah
Mazmur sekaligus pasal terpanjang dalam Alkitab. Mazmur ini merupakan sebuah
nyanyian Daud yang menggambarkan bagaimana Daud merasakan hanya Firman Tuhanlah
yang menjadi penuntun hidupnya dan yang menghidupkannya. Secara khusus bagian
ini menggambarkan bagaimana pemazmur merasakan hanya Firman Tuhanlah yang akan
menolongnya di kala dia mendapat kesesakan karenanya dia senantiasa merindukan
Firman Tuhan. Kerinduan itu ditunjukkan dengan merenungkan Firman Tuhan ketika
pagi-pagi buta.
Dimanakah kita mencari jawaban ketika kita mengalami pergumulan? Firman
Tuhan tidak terbatas menolong dan mengajar kita. Bukannya Firman kurang
berkuasa sehingga kita tidak mendapat jawaban tetapi seringkali kita yang tidak memiliki
kerinduan hati untuk datang dan mau dibentuk oleh Firman Tuhan. Kita
datang membaca Firman dengan satu agenda atau karena ingin mendapat sesuatu sehingga ketika Firman yang kita baca tidak sesuai dengan apa yang kita
inginkan dan kitapikirkan, kita merasa kita tidak mendapat apa-apa akhirnya kita tidak mendapat
kebenaran dalam Firman yang mampu memerdekakan kita. Bahkan, kita hanya membaca
Firman ketika perlu saja.
Mazmur ini mengajarkan pada kita agar kita senantiasa memiliki
kehidupan persekutuan dengan Firman Tuhan bukan kapan kita merasa perlu tetapi
karena kita mengakui bahwa hanya Firman adalah cara Tuhan untuk menuntun kita
sehingga dengan hati yang rindu kita senantiasa membaca Firman Tuhan secara
teratur.
Motivator-motivator dan cerita-cerita inspirasi hanya mampu menggungah,
Tetapi Firman Tuhan yang memiliki kuasa memberi hidup dan memerdekakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar