Jumat, 27 April 2012

Lebih Dari Sekedar Sensasi


Lukas 9:57-62

Saya pernah beribadah di salah satu gereja. Suasana ibadah dari awal sampai akhir sangat menggunggah. Ketika penyembahan, dukungan musik dan kemampuan pembawa ibadah membuat setiap orang yang beribadah kelihatan begitu menikmati hadirat Tuhan. Di akhir pemberitaan firman, hamba Tuhan memberi penantangan untuk menerima Tuhan.  Sepulang ibadah saya merenungkan, seandainya setiap orang yang mengambil keputusan dalam ibadah itu sungguh-sungguh menjadi pengikut Yesus maka dari minggu ke minggu akan semakin banyak orang yang hidup di dalam Tuhan. Tetapi aku menyadari, bukankah dalam ibadah itu orang-orang yang sama yang tiap minggu mengangkat tangan menerima Yesus.

Dalam Lukas 9:57-62 menceritakan bagaimana seseorang yang sangat tergugah melihat Yesus memutuskan untuk mengikut Yesus, tetapi Yesus tahu motivasi orang itu sehingga Yesus menegornya. Orang itu sebenarnya mau mengikut Yesus untuk dirinya sendiri, untuk kepentingannya. Ada lagi seorang yang diajak Yesus tetapi penuh keraguan, akhirnya Yesus menegurnya karena orang itu tidak punya prioritas. Mengikut Yesus sama porsinya dengan urusan-urusan yang lain di dunia ini. Ada lagi yang mau mengikut Yesus tetapi tidak sepenuh hati. Yesus menegurnya dengan keras karena orang itu tidak sepenuh nya ingin mengikut Yesus.

Mengikut Yesus tidak sekedar nikmatnya sebuah sensasi ibadah baik secara pribadi maupun secara komunal. Ada banyak orang yang akhirnya menerima Yesus dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani yang sangat menggugah. Perikop ini jelas menyatakan bagi kita. Mengikut Yesus adalah dengan motivasi meyerahkan hidup kepada-Nya, menjadikan Dia yang terutama dalam hidup kita dan dengan sepenuh hati berkomitmen mengikuti-Nya.

Menjadi murid Yesus bukan perkara seberapa sering kita tergugah dalam peribadahan 
tetapi seberapa banyak hidup kita diubah dari sehari-ke sehari semakin serupa dengan Dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar