Roma 12:1-2
Dalam sebuah
ngobrol santai dengan seorang teman tentang kedisiplinan dalam menjaga
kesehatan tubuh maka seseorang berkata begini: “kita sebagai anak Tuhan memang
akan bersama Dia kelak dalam kerajaan-Nya, tetapi pertanyaannya, apakah kelak
kita bisa terlambat makan?”. Kedengarannya memang seperti sebuah lelucon tetapi
saya berpikir, kalau selama hidup di dunia sebagai anak Tuhan kita sulit
menghilangkan kebiasaan kedagingan kita, apakah kita bisa tiba-tiba berubah
menjadi orang yang sangat sempurna kelak di sorga.
Memang kita
mengimani bahwa kita akan dibangkitkan dalam tubuh kebangkitan, tentulah
disempurnakan di dalam Yesus. Tetapi bagi saya, ketika kita telah menerima
Yesus, bukankah kita telah menjadi makhluk kekal saat ini, orang-orang yang
telah menerima anugerah hidup kekal, lantas bagaimana cara hidup kita dalam
menyongsong hidup kekal itu. Sebahagian mungkin akan berkata, bahwa kelak kita
hanya akan tinggal menyembah Allah. Tetapi bukankah kita hidup dalam
kebangkitan tubuh dan akan tinggal bersama allah di langit yang baru dan bumi
yang baru. Jadi jelas, bahwa selama kita hidup di dunia kini mestinya
menunjukkan kehidupan yang kekal dimana kita hidup dalam kedaulatan Allah yang
memerintah. Paulus berkata bahwa harus mempersembahkan tubuh sebagai persembahan
yang hidup karenanya kita tidak bisa lagi serupa dengan dunia ini tetapi
berubah oleh pembaharuan budi di dalam Yesus Kristus.
Mari mengoreksi,
kebiasaan-kebiasaan atau sikap hidup kita, seharusnya dari waktu ke waktu kita
semakin bernilai kekal. Mendisiplin diri untuk menjaga kesehatan adalah salah
satu nilai kekal yang harus kita tingkatkan.
Ajar
aku Tuhan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan manusia lamaku
dan belajar hidup
dalam nilai kekal seturut Firman-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar