Selasa, 01 Mei 2012

Hidup Sebagai Manusia Kekal


Roma 12:1-2

Dalam sebuah ngobrol santai dengan seorang teman tentang kedisiplinan dalam menjaga kesehatan tubuh maka seseorang berkata begini: “kita sebagai anak Tuhan memang akan bersama Dia kelak dalam kerajaan-Nya, tetapi pertanyaannya, apakah kelak kita bisa terlambat makan?”. Kedengarannya memang seperti sebuah lelucon tetapi saya berpikir, kalau selama hidup di dunia sebagai anak Tuhan kita sulit menghilangkan kebiasaan kedagingan kita, apakah kita bisa tiba-tiba berubah menjadi orang yang sangat sempurna kelak di sorga.

Memang kita mengimani bahwa kita akan dibangkitkan dalam tubuh kebangkitan, tentulah disempurnakan di dalam Yesus. Tetapi bagi saya, ketika kita telah menerima Yesus, bukankah kita telah menjadi makhluk kekal saat ini, orang-orang yang telah menerima anugerah hidup kekal, lantas bagaimana cara hidup kita dalam menyongsong hidup kekal itu. Sebahagian mungkin akan berkata, bahwa kelak kita hanya akan tinggal menyembah Allah. Tetapi bukankah kita hidup dalam kebangkitan tubuh dan akan tinggal bersama allah di langit yang baru dan bumi yang baru. Jadi jelas, bahwa selama kita hidup di dunia kini mestinya menunjukkan kehidupan yang kekal dimana kita hidup dalam kedaulatan Allah yang memerintah. Paulus berkata bahwa harus mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup karenanya kita tidak bisa lagi serupa dengan dunia ini tetapi berubah oleh pembaharuan budi di dalam Yesus Kristus.

Mari mengoreksi, kebiasaan-kebiasaan atau sikap hidup kita, seharusnya dari waktu ke waktu kita semakin bernilai kekal. Mendisiplin diri untuk menjaga kesehatan adalah salah satu nilai kekal yang harus kita tingkatkan.

Ajar aku Tuhan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan manusia lamaku 
dan belajar hidup dalam nilai kekal seturut Firman-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar