Jumat, 25 Mei 2012

Kesombongan dan Kerendahan Hati


Salah satu bahaya seorang pemimpin adalah apabila ia jatuh kepada kesombongan. Manusia sangat rentan terhadap kesombongan. Hal ini dapat terjadi saat seseorang diberi kuasa, menyadari akan persepsi umum terhadapnya dan memegahkan keberhasila dirinya. Kesombongan hadir dalam diri seseorang karena merasa lebih dari yang lain. Kesombongan bukan dikarenakan keadaan atau realitas dirinya tetapi sikap merasa lebih dari yang lain. Oleh karena itu seorang yang sombong tidak akan senang melihat orang sombong yang lain. Seorang pemimpin adalah seorang yang superior tapi bukan dalam hal statusnya melainkan dalam hal fungsinya. Seorang pemimpin memang harus menyadari superiornya terhadap orang-orang yang dipimpinnya dalam hal menangkap visi, mengorganisasi dan memotivasi.
Bahaya dari kesombongan adalah kesombongan merupakan sikap dalam diri yang tersembunyi. Ia berasal dari dalam. Bahkan seornag tidak dapat berkata telah bebas dari kesombongan karena jika demikian itu merupakan kesombongan itu sendiri.

Satu-satunya sikap yang kita miliki tanpa pernah merasa memilikinya adalah kerendahan hati. Ketika kita mengakui bahwa kita rendah hati saat itu juga kita telah kehilangan kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan sikap yang mengakui ketiadaan diri dihadapan Allah dan dalam Allah yang menjadi segala sesuatu kitaa menjadi sesuatu. Aku harus terus belajar merendahkan hati untuk dapat melihat perbuatan-perbuatan Tuhan dalam pelayanan yang sedang kukerjakan dan tidak sampai di sana, perlu kerendahan hati untuk dapat dipakai Tuhan secara leluasa. Kesombongan hanya akan menghambat pekerjaan Tuhan dalam diriku.
(Refleksi Dari Buku Kepemimpinan Kristen oleh Sendjaya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar