Rabu, 02 Mei 2012

Mendengar Suara Roh Kudus


Yohanes 16:7-15
 3 hari lalu aku mengantarkan seorang kakak ke stasiun. Sesampai di stasiun, aku melihat seorang pedaang roti dari merek yang sangat terkenal sedang berhenti di gerbang. Karena penasaran, aku memutuskan untuk memebeli beberapa jenis. Dengan harga berkali lipat dari roti yang biasa kubeli pagi di depan rumah tetapi tidak karena memang aku selalu penasaran mengapa merek itu menjadi terkenal. Ketika pulang, saat melewati jalan kota, entah bagaimana, mataku langsung tertuju pada seseorang yang mengais sampah. Jantungku berdegup kencang, aku mengurangi kecepatan. Kepalaku berkelebat, ada suara di hatiku dengan keras minta aku berhenti . Ada banyak pertimbangan hingga beberapa ratus meter, akhirnya aku mengalahkan semua pertimbanganku. Aku berbalik arah dan berhenti tepat di depan pemuda yang mengais tempat sampah itu. Tentu dia sangat lapar, aku menyodorkan roti kepadanya, tersenyum dan akhirnya aku meninggalkannya dengan sukacita tak tergambarkan.

Dalam Yohanes 16: 7-15 Yesus menjanjikan Roh Kudus. Kita yang hidup di dalam Yesus memiliki roh Kudus yan akan menuntun, membimbing dan mengajar kita untuk hidup taat. Tapi seringkali kita lebih banyak pertimbangan dan lebih mendengarkan pikiran-pikiran sendiri sehingga seringkali kita mengabaikan suara Roh Kudus. Mari belajar untuk hidup mengikuti kegerakan Roh Kudus. Sekali kita mengabaikan suara Roh Kudus akan membuat kita semakin tidak peka sebaliknya ketaatan dalam hal-hal sederhana akan semakin membuat kita semakin peka pada pimpinan-Nya.

Tuhan, biarlah Roh Kudus-Mu senantiasa memenuhi ruang hatiku
 sehingga dengan hati nurani yang murni
aku beroleh pengertian dan hikmat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar