Yohanes 16:7-15
3 hari lalu aku
mengantarkan seorang kakak ke stasiun. Sesampai di stasiun, aku melihat seorang
pedaang roti dari merek yang sangat terkenal sedang berhenti di gerbang. Karena
penasaran, aku memutuskan untuk memebeli beberapa jenis. Dengan harga berkali
lipat dari roti yang biasa kubeli pagi di depan rumah tetapi tidak karena
memang aku selalu penasaran mengapa merek itu menjadi terkenal. Ketika pulang,
saat melewati jalan kota, entah bagaimana, mataku langsung tertuju pada
seseorang yang mengais sampah. Jantungku berdegup kencang, aku mengurangi
kecepatan. Kepalaku berkelebat, ada suara di hatiku dengan keras minta aku
berhenti . Ada banyak pertimbangan hingga beberapa ratus meter, akhirnya aku
mengalahkan semua pertimbanganku. Aku berbalik arah dan berhenti tepat di depan
pemuda yang mengais tempat sampah itu. Tentu dia sangat lapar, aku menyodorkan
roti kepadanya, tersenyum dan akhirnya aku meninggalkannya dengan sukacita tak
tergambarkan.
Dalam Yohanes 16:
7-15 Yesus menjanjikan Roh Kudus. Kita yang hidup di dalam Yesus memiliki roh
Kudus yan akan menuntun, membimbing dan mengajar kita untuk hidup taat. Tapi seringkali
kita lebih banyak pertimbangan dan lebih mendengarkan pikiran-pikiran sendiri
sehingga seringkali kita mengabaikan suara Roh Kudus. Mari belajar untuk hidup
mengikuti kegerakan Roh Kudus. Sekali kita mengabaikan suara Roh Kudus akan
membuat kita semakin tidak peka sebaliknya ketaatan dalam hal-hal sederhana
akan semakin membuat kita semakin peka pada pimpinan-Nya.
Tuhan,
biarlah Roh Kudus-Mu senantiasa memenuhi ruang hatiku
sehingga dengan hati nurani yang murni
aku
beroleh pengertian dan hikmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar