Selasa, 15 Mei 2012

Bukan Perasaan Semata


Mazmur 145
Belakangan ini lagu-lagu rohani banyak diciptakan. Dengan adanya siaran-siaran Kristen sertateknologi internet maka lagu-lagu rohani menjadi sangat mudah diakses. Tetapi kalau kita mengamati, kebanyakan lagu-lagu pujian itu merupakan ungkapan-ungkapan perasaan. Pujian hanya lahir dari perasaan pribadi bukan karena pengenalan akan Allah. Lirik-lirik yang selalu menjadikan aku sebagai subjek. Jadi aku memuji engkau sebab....Saat ini kita akn belajar salah satu lagu pujian Daud.

Mazmur ini merupakan mazmur pujian dari Daud. Mazmur ini dimulai secara pribadi dengan menggunakan subjek aku (ay 1-2) dan juga di tutup dengan ungkapan pribadi (ay 21). Secara keseluruhan Daud mengembangkan pujiannya melampaui pujian pribadi. Mazmur 145 dapat dibagi 3 yaitu pertama, pujian karena kebesaran Tuhan (1-7). Kebesaran Tuhan patut dipuji bukan karena kita sendiri merasakannya. Angkatan demi angkatan akan memuji kebesaran Tuhan. Pujian kita bukan hanya sesuatu yang kita rasakan tetapi Allah patut kita puji karena kebesaran-Nya. Jadi pujian kita bukanlah pujian yang kondisional.

Kedua, Kita memuji Tuhan sebab Dia memerintah dan keadilan dan kesetiaan-Nya ( 8-13). Tuhan patut kita puji dalam penghayatan akan kedaulatan-Nya bagi semua orang. Dia memerintah bukan hanya atas kita tetapi Ia memerintah dalam kasih setia dan keadilan. Sekali lagi, pujian kita bukanlah pujian kondisional tetapi Allah patut dipuji sebab dialah Allah yang memerintah.

Ketiga, kita memuji Tuhan sebab Dialah Allah yang nyata dan pribadi bagi orang-orang yang berseru padanya (14-21). Tuhan tidak pernah jauh. Tuhan tidak relatif. Satu-satunya yang memisahkan kita dari Allah adalah dosa pelanggaran kita. Tetapi itupun bukan berarti Tuhan menjauh. Kitalah yang sedang menjauh. Dalam pelanggaran dan dosa kita, kita sesungguhnya sedang menolak kuasa dan kedaulatan Allah dalam hidup kita. Tetapi Tuhan tetap dekat, itu sebab ketika kita berbalik maka Tuhan membuka tangan-Nya menerima kita dan kita diberi kekuatan untuk bangkit. Allah adalah Tuhan yang secara pribadi dapat dirasakan oleh orang-orang yang berseru pada-Nya. Oleh karena itu patutlah kita memuji Allah.

Sebagaimana mazmur ini diawali dan di akhiri oleh ungkapan pribadi sebagai pujian. Tetapi dalam pujian dan penyembahan kita, seharusnya melampaui kondisi hati dan perasaan kita. Kita memuji Allah sebab dia patut dipuji oleh umat sepanjang masa, kita memuji Dia sebab Dia berdaulat dalam pemerintahan-Nya dalam generasi ini, dan kita memuji Tuhan sebab Dia memang Allah yang hadir dalam hidup setiap orang percaya secara pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar