Mazmur 145
Belakangan ini
lagu-lagu rohani banyak diciptakan. Dengan adanya siaran-siaran Kristen
sertateknologi internet maka lagu-lagu rohani menjadi sangat mudah diakses. Tetapi
kalau kita mengamati, kebanyakan lagu-lagu pujian itu merupakan
ungkapan-ungkapan perasaan. Pujian hanya lahir dari perasaan pribadi bukan
karena pengenalan akan Allah. Lirik-lirik yang selalu menjadikan aku sebagai
subjek. Jadi aku memuji engkau sebab....Saat ini kita akn belajar salah satu
lagu pujian Daud.
Mazmur ini
merupakan mazmur pujian dari Daud. Mazmur ini dimulai secara pribadi dengan
menggunakan subjek aku (ay 1-2) dan juga di tutup dengan ungkapan pribadi (ay
21). Secara keseluruhan Daud mengembangkan pujiannya melampaui pujian pribadi. Mazmur
145 dapat dibagi 3 yaitu pertama, pujian
karena kebesaran Tuhan (1-7). Kebesaran Tuhan patut dipuji bukan karena kita
sendiri merasakannya. Angkatan demi angkatan akan memuji kebesaran Tuhan.
Pujian kita bukan hanya sesuatu yang kita rasakan tetapi Allah patut kita puji
karena kebesaran-Nya. Jadi pujian kita bukanlah pujian yang kondisional.
Kedua, Kita memuji Tuhan sebab Dia
memerintah dan keadilan dan kesetiaan-Nya ( 8-13). Tuhan patut kita puji dalam
penghayatan akan kedaulatan-Nya bagi semua orang. Dia memerintah bukan hanya
atas kita tetapi Ia memerintah dalam kasih setia dan keadilan. Sekali lagi,
pujian kita bukanlah pujian kondisional tetapi Allah patut dipuji sebab dialah
Allah yang memerintah.
Ketiga, kita memuji Tuhan sebab Dialah
Allah yang nyata dan pribadi bagi orang-orang yang berseru padanya (14-21).
Tuhan tidak pernah jauh. Tuhan tidak relatif. Satu-satunya yang memisahkan kita
dari Allah adalah dosa pelanggaran kita. Tetapi itupun bukan berarti Tuhan menjauh.
Kitalah yang sedang menjauh. Dalam pelanggaran dan dosa kita, kita sesungguhnya
sedang menolak kuasa dan kedaulatan Allah dalam hidup kita. Tetapi Tuhan tetap
dekat, itu sebab ketika kita berbalik maka Tuhan membuka tangan-Nya menerima
kita dan kita diberi kekuatan untuk bangkit. Allah adalah Tuhan yang secara
pribadi dapat dirasakan oleh orang-orang yang berseru pada-Nya. Oleh karena itu
patutlah kita memuji Allah.
Sebagaimana mazmur
ini diawali dan di akhiri oleh ungkapan pribadi sebagai pujian. Tetapi dalam
pujian dan penyembahan kita, seharusnya melampaui kondisi hati dan perasaan
kita. Kita memuji Allah sebab dia patut dipuji oleh umat sepanjang masa, kita
memuji Dia sebab Dia berdaulat dalam pemerintahan-Nya dalam generasi ini, dan
kita memuji Tuhan sebab Dia memang Allah yang hadir dalam hidup setiap orang
percaya secara pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar