Minggu, 08 April 2012

Refleksi Hari Ini: Kebangkitan dan Keutuhan Hidup Kita


Markus 16:1-8


Sejak pukul 4 dini hari tadi, jalanan di depan rumah telah ramai. Orang-orang telah pergi beribadah dalam rangka peringatan kebangkitan Yesus. Bahkan beberapa gereja beribadah di pekuburan untuk lebih memaknai arti kebangkitan. Saya sendiri mencoba merefleksikan arti kebangkitan Yesus dalam Markus 16:1-8. Dalam ketiga injil terdapat beberapa kesamaan yakni para perempuan yang membawa minyak ke kuburan, adanya malaikat yang memberitahu kebangkitan Yesus dan pesan untuk menyampaikan kabar itu kepada murid yang lain dan juga tentu tema sentral bahwa Yesus telah bangkit.

Saya mengulang kembali bahwa Yesus telah bangkit. Ia bangkit dalam tubuh bukan dalam roh. Para murid tidak lagi melihat ada tubuh jasmani Yesus tetapi Yesus bangkit dan hidup dalam tubuh kebangkitannya. Karenanya saya mencoba merefleksikan lebih jauh bahwa Yesus hidup dalam tubuh artinya kita harus melepaskan pemikiran dan sikap dikotomi antara jasmani dan rohani. Dalam kebangkitan Yesus adanya integrasi kehidupan jasmani dan rohani. Jadi semangat kebangkitan Yesus adalah hidup dalam keutuhan. Bukan ketika peringatan kebangkitan Yesus kita menjadi sedemikian khusuk dan penuh penyembahan tetapi lantas ketika kita telah kembali kepada rutinitas keseharian dan pekerjaan kita sama sekali tidak lagi menghayati arti hidup dalam Tuhan.

Peringatan akan kebangkitan Yesus mestinya membawa semangat hidup yang terintegrasi antara teologi dan etika. Semangat misi kita bukan hanya perkara keselamatan jiwa tetapi hidup yang dibangkitkan di dalam Yesus Kristus dengan demikian tidak ada lagi orang-orang Kristen yang ketika beribadah sedemikian kudus tetapi dalam keseharian menjadi sama dengan dunia ini.

Secara tegas bahkan markus menyimpulkan bahwa Yesus melalui murid-murid-Nya memberitakan berita yang kudus dan keselamatan yang kekal. Jadi Yesus sendirilah yang sedang mengerjakan misi Allah bagi dunia melalui murid-murid-Nya. Yesus yang hidup dalam tubuh itulah yang sedang hidup membangun kerajaan-Nya melalui kita. Jadi tidak ada lagi keterpisahan antara kita mengerjakan misi seperti melayani dan beribadah di satu sisi dan kita yang perlu hidup di dunia di sisi lain. Ada sebuah kesatuan iman dan tindakan. Kita di pilih menjadi umat kepunyaan-Nya untuk membawa jalan Tuhan dalam hidup kita dan manusia agar semua bangsa beroleh berkat Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar