Markus 16:1-8
Sejak pukul 4 dini hari tadi, jalanan di depan rumah telah ramai. Orang-orang
telah pergi beribadah dalam rangka peringatan kebangkitan Yesus. Bahkan
beberapa gereja beribadah di pekuburan untuk lebih memaknai arti kebangkitan. Saya
sendiri mencoba merefleksikan arti kebangkitan Yesus dalam Markus 16:1-8. Dalam
ketiga injil terdapat beberapa kesamaan yakni para perempuan yang membawa
minyak ke kuburan, adanya malaikat yang memberitahu kebangkitan Yesus dan pesan
untuk menyampaikan kabar itu kepada murid yang lain dan juga tentu tema sentral
bahwa Yesus telah bangkit.
Saya mengulang kembali bahwa Yesus telah bangkit. Ia bangkit dalam
tubuh bukan dalam roh. Para murid tidak lagi melihat ada tubuh jasmani Yesus
tetapi Yesus bangkit dan hidup dalam tubuh kebangkitannya. Karenanya saya
mencoba merefleksikan lebih jauh bahwa Yesus hidup dalam tubuh artinya kita
harus melepaskan pemikiran dan sikap dikotomi antara jasmani dan rohani. Dalam kebangkitan
Yesus adanya integrasi kehidupan jasmani dan rohani. Jadi semangat kebangkitan
Yesus adalah hidup dalam keutuhan. Bukan ketika peringatan kebangkitan Yesus
kita menjadi sedemikian khusuk dan penuh penyembahan tetapi lantas ketika kita
telah kembali kepada rutinitas keseharian dan pekerjaan kita sama sekali tidak
lagi menghayati arti hidup dalam Tuhan.
Peringatan akan kebangkitan Yesus mestinya membawa semangat hidup yang
terintegrasi antara teologi dan etika. Semangat misi kita bukan hanya perkara keselamatan
jiwa tetapi hidup yang dibangkitkan di dalam Yesus Kristus dengan demikian
tidak ada lagi orang-orang Kristen yang ketika beribadah sedemikian kudus
tetapi dalam keseharian menjadi sama dengan dunia ini.
Secara tegas bahkan markus menyimpulkan bahwa Yesus melalui
murid-murid-Nya memberitakan berita yang kudus dan keselamatan yang kekal. Jadi
Yesus sendirilah yang sedang mengerjakan misi Allah bagi dunia melalui
murid-murid-Nya. Yesus yang hidup dalam tubuh itulah yang sedang hidup
membangun kerajaan-Nya melalui kita. Jadi tidak ada lagi keterpisahan antara
kita mengerjakan misi seperti melayani dan beribadah di satu sisi dan kita yang
perlu hidup di dunia di sisi lain. Ada sebuah kesatuan iman dan tindakan. Kita
di pilih menjadi umat kepunyaan-Nya untuk membawa jalan Tuhan dalam hidup kita
dan manusia agar semua bangsa beroleh berkat Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar