Senin, 23 April 2012

Menegur Secara Tepat


1 Tesalonika 5:12-14
Dalam sebuah persekutuan, perkumpulan atau gereja, selalu ada 2 ekstrim sikap orang-orang yang ada di dalamnya. Ada sebahagian orang yang merasa bahwa orang Kristen harus penuh kasih dan berdamai dengan semua orang. Sepintas lalu kalimat ini tentu mengandung kebenaran. Tetapi, akhirnya orang-orang ini menjadi orang yang cendrung kompromi dan sulit menegur. Mereka adalah ornag-orang yang tidak mau terusik dalam kenyamanannya. Mereka menganggap orang yang selalu menegur adalah orang yang kasar. Sebaliknya bagi sebahagian orang, orang Kristen itu harus berani menegur kesalahan orang lain. Kasih tidak berkompromi dan kasih tidak membiarkan orang lain dalam kesalahan. Tetapi akhirnya orang-orang ini justru penuh dengan semagat kritik dan lupa engevaluasi diri.

Paulus di akhir suratnya kepada jemaat Tesalonika berpesan agar kita menegor orang yang tidak tertib hidupnya (ay 14) tetapi kita tidak boleh lupa bahwa bagian ini di awali ayat sebelumnya (ay 12-13) yang menegaskan bahwa kita harus menghormati para pemimpin yang menegur kita dan menjunung mereka di dalam kasih. Selain itu ada penekanan ke dua yaitu agar kita berdamai seorang dengan yang lain. Jadi kita memang harus menegur orang yang tidak tertib hidupnya, tetapi kita harus memastikan 2 hal yaitu kita harus menjadi orang yang siap menerima teguran dari para pemimpin rohani kita dan kita harus berdamai seorang dengan yang lain.

Dengan demikian menegur bukan atas dorongan sentimen pribadi atau karena rasa tidak suka tetapi demi menjaga ketertiban hidup dalam persekutuan. Bagian ini juga berkata agar kita menegur orang yang tidak tertib hidupnya jadi kita langsung menyampaikan teguran kepada pribadi sehingga kita tetap dapat berdamai dengan semua orang. Menegur tidak sama dengan membukakan kesalahan seseorang pada khalayak umum. Dengan begitu, nyatalah bahwa kita adalah murid dan kita telah dipersatukan dalam kasih Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar