1 Korintus 16:1-4
Semasa saya kuliah, pernah suatu ketika salah seorang adik PA say
menceritakan bahwa dia sedang kesulitan ekonomi. Waktu itu kami bercerita
hingga tengah malam. Akhirnya aku hanya bisa mendengarnya dan pulang dengan
sangat berat karena tidak dapat menolongnya. Keesokan harinya seorang sahabat
saya datang ke rumah dan kami ngobrol seputar pelayanan yang sedang kami
kerjakan hingga aku membukakan kondisi adik saya itu. Lalu teman saya
mengeluarkan amplop dari tasnya dan berkata bahwa dia telah menyisihkan
sebahagian uangnya dan berdoa pada Tuhan agar Tuhan menunjukkan siapa yang
tepat menggunakan uang itu. Saya malu pada diri saya dan akhirnya saya belajar
dari sahabat saya itu bagaimana pentingnya menyisihkan uang sehingga ketika ada
yang sangat membutuhkan saya dapat menolong. Seringkali saya terhalang membantu
orang lain karena saya tidak pernah mempersiapkannya.
Paulus di akhir suratnya kepada jemaan Korintus menuliskan agar jemaat
tidak mengumpulkan persembahan misi mereka secara mendadak ketika Paulus akan
datang atau ketika mereka akan memberikannya tetapi Paulus menekankan agar
jemaat menyisihkan persembahan jauh-jauh hari dan terencana. Menolong orang
lain atau memberipersembahan misi secara spontan memang kadangkala akan lebih
kelihatan menggugah dan kurang perhitungan. Perikop ini justru mengajarkan agar
kita melakukannya secara terencana. Hal ini akan menolong kita belajar
mencukupkan diri. Karena seringkali kita selalu merasa kurang sehingga kita
tidak pernah menolong orang yang membutuhkan.
Mari menyisihkan sebahagian dari apa yang kita dapatkan
walau sedikit
tetapi kita sedang belajar kemurahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar