Rabu, 11 April 2012

Belajar Menyisihkan Sedikit Demi Sedikit


1 Korintus 16:1-4


Semasa saya kuliah, pernah suatu ketika salah seorang adik PA say menceritakan bahwa dia sedang kesulitan ekonomi. Waktu itu kami bercerita hingga tengah malam. Akhirnya aku hanya bisa mendengarnya dan pulang dengan sangat berat karena tidak dapat menolongnya. Keesokan harinya seorang sahabat saya datang ke rumah dan kami ngobrol seputar pelayanan yang sedang kami kerjakan hingga aku membukakan kondisi adik saya itu. Lalu teman saya mengeluarkan amplop dari tasnya dan berkata bahwa dia telah menyisihkan sebahagian uangnya dan berdoa pada Tuhan agar Tuhan menunjukkan siapa yang tepat menggunakan uang itu. Saya malu pada diri saya dan akhirnya saya belajar dari sahabat saya itu bagaimana pentingnya menyisihkan uang sehingga ketika ada yang sangat membutuhkan saya dapat menolong. Seringkali saya terhalang membantu orang lain karena saya tidak pernah mempersiapkannya.

Paulus di akhir suratnya kepada jemaan Korintus menuliskan agar jemaat tidak mengumpulkan persembahan misi mereka secara mendadak ketika Paulus akan datang atau ketika mereka akan memberikannya tetapi Paulus menekankan agar jemaat menyisihkan persembahan jauh-jauh hari dan terencana. Menolong orang lain atau memberipersembahan misi secara spontan memang kadangkala akan lebih kelihatan menggugah dan kurang perhitungan. Perikop ini justru mengajarkan agar kita melakukannya secara terencana. Hal ini akan menolong kita belajar mencukupkan diri. Karena seringkali kita selalu merasa kurang sehingga kita tidak pernah menolong orang yang membutuhkan.

Mari menyisihkan sebahagian dari apa yang kita dapatkan 
walau sedikit tetapi kita sedang belajar kemurahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar