Kamis, 05 April 2012

Refleksi Hari Ini: Digerakkan Oleh Kasih


Matius 26:6-13


Tahun 2007 saya menjadi pengurus pelayanan mahasiswa di kampus. Posisi ketua membuat saya menjadi sedemikian sibuk. Suatu ketika, saya bersama teman-teman pengurus sedang mempersiapkan beberapa program sehingga saya benar-benar banyak aktivitas. Akibatnya saya tidak lagi memprioritaskan untuk mengikuti kelompok kecil. Saya merasa saya benar dan kelihatan sedemikian rohani ketika saya di hubungi abang rohani saya untuk Kelompok kecil dan saya mengatakan saya tidak ikut karena ada kegiatan. Lalu tiba-tiba abang rohani saya berkata: “Kelompok Kecil ini kebutuhanmu atau kebutuhanku?” Saya tidak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba saya sangat sedih dan memutuskan meninggalkan kegiatan untuk mengikuti kelompok kecil. Selama kelompok saya akhirnya menyadari bahwa saya sudah sangat aktif dan kelihatan sangat rohani tetapi saya sesungguhnya sudah kehilangan kasih yang seharusnya menggerakkan saya melayani. Saya sudah merasa beres ketika melakukan banyak hal-hal rohani tetapi saya sendiri tidak lagi menikmati persekutuan dengan Tuhan. Tuhan mau saya diam dan mendengarkan Dia, Tuhan mau kita sungguh-sungguh menyatakan kasih dengan-Nya dan kasih itulah yang akan menggerakkan kita untuk melayani-Nya.

Sama halnya ketika murid-murid melihat seorang perempuan mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang sangat mahal. Murid-murid berkata itu sebuah pemborosan, lebih baik munyak itu di ual dan diberikan kepada orang miskin. Murid-murid kelihatan sangat rohani tetapi Yesus berkata sebaliknya bahwa perempuan itu tidak salah. Perempuan itu telah melakukan apa yang terindah (beautiful thing). Perempuan itu digerakkan oleh kasihnya kepada Yesus dan pengakuannya bahwa Yesus adalah Raja (cat: Minyak urapan dalam perjanjian lama diberikan kepada raja). Ketika perempuan itu mau menunjukkan kasihnya yang besar kepada Yesus maka dia memberi apa yang terbaik dari dalam dirinya kepada Yesus. Dan kasih itu yang akan menggerakkan kasih yang besar kepada banyak orang lebih lama lagi karena Yesus berkata bahwa setiap kali injil diberitakan maka perempuan itu akan disebut.

Yesus menafsir perbuatan perempuan itu sebagai persiapan kematiannya. Konteks ini terletak setelah Yesus memberitahu tentang kematiannya dan sebelum Yesus akan ditangkap. Jadi perempuan itu bagian dari rencana Allah sedang murid-murid menafsir sendiri perbuatan perempuan itu tanpa mengerti rencana Allah.

Apakah belakangan ini kita banyak melakukan aktivitas? Mari saat ini kita coba refleksikan apakah kita masih digerakkan oleh kasih yang besar kepada Yesus? Atau apakah berbagai aktivitas kita telah menggeser hal yang utama yaitu bersekutu dan mendengarkan Tuhan? Jangan kiranya kita melakukan banyak aktivitas pelayanan tetapi sesungguhnya kita hanya tinggal melakukan apa yang kita pikirkan bukan lagi apa yang Tuhan gerakkan untuk kita kerjakan. Pemikiran kita yang penuh konsep teologi dan kematangan dalam merencanakan serta menyusun strategi pelayanan dapat membuat kita tidak lagi melakukan sesuatu dengan dorongan Kasih Kepada Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar