Roma 5:1-11
Ketika masih kuliah, pernah suatu kali saya sedang masuk kelas Praktek
Pengukuran Listrik. Saya tidak begitu serius melakukan praktek dan merasa
sepele karena kelas tidak seperti yang saya perkirakan. Karena merasa praktek
terlalu mudah maka ketika saya menggunakan sebuah alat ukur, tiba-tiba alat
ukur yang saya gunakan berbunyi kencang dan mengeluarkan asap. Tepat ketika itu
kepala bengkel melihat dan kemudian memanggil saya. Maka kepala bengkel itu
memeriksa dan menyatakan alat itu terbakar karena saya salah menggunakan
tombol. Saya harus bertanggungjawab menggantinya. Saya mencoba mencari alat itu
di toko dan ternyata harganya sangat mahal yaitu hampir sejumlah uang bulanan
saya 3 bulan ketika itu. Saya tidak sanggup tetapi saya tahu saya salah. Selama
sebulan saya terus merasa bersalah ketika masuk bengkel dan tidak sanggup
melihat kepala bengkel. Sampai suatu hari saya di panggil kepala peralatan lalu
meminta alat ukur tersebut dan membawanya ke dalam. Setelah beberapa saat dia
keluar dan menyerahkan alat itu. Dan dia sudah memperbaikinya. Saya tidak bisa berkata apa-apa karena saya tahu
besarnya kesalahan saya tetapi hari itu masalah terbesar saya telah diselesaikannya
dengan kepala bengkel. Sejak itu sesederhana apapun praktek saya benar-benar
hati-hati dan saya benar-benar berterimakasih kepada kepala peralatan yang
telah memperbaiki alat ukur yang saya rusakkan.
Ketika kita tahu keberdosaan kita, kita tahu betapa besar harga yang
harus kita bayar untuk keselamatan kita dan kita tahu kita tidak akan sanggup
menyelematkan diri kita.
Harus sebaik apakah kita agar memperoleh kerajaan sorga? Firman Tuhan
berkata harus sempurna. Maka melihat ketidakmampuan manusia untuk taat dan
segala usaha manusia tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya sendiri. Firman
Tuhan dalam Roma 5:1-11 memberi suatu kabar baik bagi kita, bahwa Yesus Kristus
yang memperdamaikan manusia dengan Allah. Bahkan Yesus mati ketika manusia
masih berdosa. Manusia dibenarkan dalam
kematian Yesus. Pertanyaannya, apakah kita telah ikut diperdamaikan di dalam
Yesus? Atau kita masih melihat diri kita sebagai orang yang harus dimurkai
karena pelanggaran-pelanggaran kita.Hari ini mari datang kepada Kristus dan
menerima pendamaian di dalam Dia. Menerima keselamatan sebagai anugerah yang
disediakannya bagi orang-orang yang menerima-Nya.
Kita tahu seberapa besar harga darah Kristus yang memeperdamaikan kita
denga Allah, maka selayaknyalah kita hidup takut dan hormat akan Dia dan tidak
mengulangi kehidupan manusia lama kita.
Semakin kita menyadari keberdosaan kita
semakin kita merasakan betapa
besarnya anugerah di dalam Yesus Kristus yang kita terima. Semakin kita
merasakan besarnya anugerah-Nya
semakin kita mau hidup taat dan setia
kepada-Nya.