Sabtu, 31 Maret 2012

Refleksi Hari Ini: Saat Kesalahanku Tidak Lagi Diperhitungkan


Roma 5:1-11


Ketika masih kuliah, pernah suatu kali saya sedang masuk kelas Praktek Pengukuran Listrik. Saya tidak begitu serius melakukan praktek dan merasa sepele karena kelas tidak seperti yang saya perkirakan. Karena merasa praktek terlalu mudah maka ketika saya menggunakan sebuah alat ukur, tiba-tiba alat ukur yang saya gunakan berbunyi kencang dan mengeluarkan asap. Tepat ketika itu kepala bengkel melihat dan kemudian memanggil saya. Maka kepala bengkel itu memeriksa dan menyatakan alat itu terbakar karena saya salah menggunakan tombol. Saya harus bertanggungjawab menggantinya. Saya mencoba mencari alat itu di toko dan ternyata harganya sangat mahal yaitu hampir sejumlah uang bulanan saya 3 bulan ketika itu. Saya tidak sanggup tetapi saya tahu saya salah. Selama sebulan saya terus merasa bersalah ketika masuk bengkel dan tidak sanggup melihat kepala bengkel. Sampai suatu hari saya di panggil kepala peralatan lalu meminta alat ukur tersebut dan membawanya ke dalam. Setelah beberapa saat dia keluar dan menyerahkan alat itu. Dan dia sudah memperbaikinya. Saya  tidak bisa berkata apa-apa karena saya tahu besarnya kesalahan saya tetapi hari itu masalah terbesar saya telah diselesaikannya dengan kepala bengkel. Sejak itu sesederhana apapun praktek saya benar-benar hati-hati dan saya benar-benar berterimakasih kepada kepala peralatan yang telah memperbaiki alat ukur yang saya rusakkan.

Ketika kita tahu keberdosaan kita, kita tahu betapa besar harga yang harus kita bayar untuk keselamatan kita dan kita tahu kita tidak akan sanggup menyelematkan diri kita.

Harus sebaik apakah kita agar memperoleh kerajaan sorga? Firman Tuhan berkata harus sempurna. Maka melihat ketidakmampuan manusia untuk taat dan segala usaha manusia tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya sendiri. Firman Tuhan dalam Roma 5:1-11 memberi suatu kabar baik bagi kita, bahwa Yesus Kristus yang memperdamaikan manusia dengan Allah. Bahkan Yesus mati ketika manusia masih berdosa. Manusia  dibenarkan dalam kematian Yesus. Pertanyaannya, apakah kita telah ikut diperdamaikan di dalam Yesus? Atau kita masih melihat diri kita sebagai orang yang harus dimurkai karena pelanggaran-pelanggaran kita.Hari ini mari datang kepada Kristus dan menerima pendamaian di dalam Dia. Menerima keselamatan sebagai anugerah yang disediakannya bagi orang-orang yang menerima-Nya.

Kita tahu seberapa besar harga darah Kristus yang memeperdamaikan kita denga Allah, maka selayaknyalah kita hidup takut dan hormat akan Dia dan tidak mengulangi kehidupan manusia lama kita.

Semakin kita menyadari keberdosaan kita 
semakin kita merasakan betapa besarnya anugerah di dalam Yesus Kristus yang kita terima. Semakin kita merasakan besarnya anugerah-Nya 
semakin kita mau hidup taat dan setia kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar