1 Yoh 2: 3-11
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang,
dan di dalam dia tidak ada penyesatan.(1 Yoh 2:10)
Riri telah bertobat dan menerima Kristus secara pribadi. Dia mulai
aktif di pelayanan kampus. Dia mulai aktif di bina dalam kelompok kecil. Dalam kelompok
kecil dia mulai didorong untuk bersekutu dengan Tuhan. Tetapi semakin Riri
mencoba menikmati hadirat Tuhan semakin terasa ada yang mengganjal dalam
dirinya. Suatu saat pemimpin rohani Riri datang dan mengajak Riri sharing. Riri
terkejut ketika pemimpinnya bertanya adakah yang masih belum diselesaikannya
karena pemimpin rohaninya berkata ada yang menghambat pertumbuhan rohaninya. Akhirnya
Riri tidak dapat lagi menyembunyikan hatinya dia mulai tersedu-sedu
menceritakan kebenciannya pada ibunya yang meninggalkannya bersama adik-adiknya
sejak 10 tahun lalu. Akhirnya pemimpinnya mengajaknya berdoa dan Riri akhirnya
mengampuni ibunya. Sejak itu Riri dapat semakin bertumbuh dan lebih luar biasa
dalam pelayanannya.
Yohanes menuliskan bahwa barangsiapa berkata bahwa ia telah hidup dalam
terang tetapi masih membenci saudaranya
maka dia masih hidup dalam kegelapan. Dalam 1 Yohanes 2 :7-11 memberitahukan
pada kita bahwa bagi anak-anak Tuhan tidak ada lagi kegelapan yang tersembunyi
dalam dirinya. Seorang anak Tuhan telah hidup dalam terang dan kegelapan tidak
lagi menguasainya. Ayat paralel
sebelumnya (ay 3-6) juga dituliskan bahwa tidak ada Tuhan tetapi tidak
mau taat pada perintah Tuhan. Jadi seorang percaya akan semakin nyata dalam hal
kasihnya pada semua orang dan semakin taat pada perintah Tuhan.
Tidak ada alasan bagi kita untuk mempertahankan rasa sakit hati kita.
Hari
ini, mari memperbaiki hubungan-hubungan yang retak
sebagai wujud dari ketaatan
kita pada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar