2 Kor 12:1-10
Dalam sebuah perbincangan kemarin sore dengan teman-teman, kami
teringat salah seorang teman yang bekerja di pemerintah kabupaten. Dia
dipanggil bersama beberapa temannya untuk diwawancara langsung oleh bupati
untuk diangkat menjadi pejabat di kedinasan. Sudah menjadi rahasia umum kalau
ingin menjadi pejabat harus membayar sejumlah uang agar dapat menjadi pejabat,
tetapi teman kami itu karena langsung dipilih oleh bupati maka dia bisa menjadi
pejabat tanpa bayar sana-sini. Pengakuan sang pemegang otoritas itu memang
penting. Bisa jadi bahkan dapat memberi kebanggaan tersendiri dan menjadi
senjata kalau ada orang-orang yang meragukan kita.
Dalam 2 Korintus 12:1-10 Paulus menjawab jemaat korintus yang mulai
meragukan bahkan tidak mengakui kerasulan Paulus. Bagi jeamaat waktu itu Rasul
haruslah langsung murid yang dipilih Yesus. Paulus telah menjawabnya dari
beberapa segi dan dalam perikop ini Paulus mencoba menekankan bahwa Paulus
tidak pernah mau bermegah atas penglihatan-penglihatan yang pernah diterimanya
bahakan cendrung tidak menggunakannya untuk mencari dukungan dan simpati. Paulus
tidak ingin jemaat menghitung lebih dari apa yang dilihat dan di dengar dari
Paulus. Paulus tetap setia pada berita Injil. Paulus bertekun dalam pengajaran.
Paulus bisa saja menggunakan penglihatan-penglihatannya untuk menambah minat
dan kepercayaan orang pada pemberitaanya tetapi Paulus sadar betul bahwa kuasa
dari pemberitaanya justru dari Allah sendiri. Selanjutnya bahkan Paulus mengaku
pada akhirnya menerima duri dalam daging yang diberikan Allah dalam dirinya
untuk senantiasa memelihara kerendahan hatinya. Paulus menyadari justru dalam
kelemahanlah Kuasa Allah nyata dalam kehidupannya.
Pengakuan Allah sebagai otoritas tertinggi bagi Paulus tidak lantas
membuat Paulus menjadi salah arah dan menggunakannya untuk memperbesar dirinya.
Paulus menerima dalam kelemahannya Kuasa Allah yang mencukupkannya dalam segala
hal. Paulus tetap setia menjadi pemberita Injil dan menyerahkan pada Allah
untuk menambahkan kuasa bagi pemberitaannya.
Allah memerlukan tangan kita untuk mengerjakan tugas kita
dan Dialah yang menopangnya dengan kekuatan daripada-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar