Senin, 26 Maret 2012

Refleksi Hari Ini: Pengakuan Dari Otoritas Tertinggi


2 Kor 12:1-10 
Dalam sebuah perbincangan kemarin sore dengan teman-teman, kami teringat salah seorang teman yang bekerja di pemerintah kabupaten. Dia dipanggil bersama beberapa temannya untuk diwawancara langsung oleh bupati untuk diangkat menjadi pejabat di kedinasan. Sudah menjadi rahasia umum kalau ingin menjadi pejabat harus membayar sejumlah uang agar dapat menjadi pejabat, tetapi teman kami itu karena langsung dipilih oleh bupati maka dia bisa menjadi pejabat tanpa bayar sana-sini. Pengakuan sang pemegang otoritas itu memang penting. Bisa jadi bahkan dapat memberi kebanggaan tersendiri dan menjadi senjata kalau ada orang-orang yang meragukan kita.

Dalam 2 Korintus 12:1-10 Paulus menjawab jemaat korintus yang mulai meragukan bahkan tidak mengakui kerasulan Paulus. Bagi jeamaat waktu itu Rasul haruslah langsung murid yang dipilih Yesus. Paulus telah menjawabnya dari beberapa segi dan dalam perikop ini Paulus mencoba menekankan bahwa Paulus tidak pernah mau bermegah atas penglihatan-penglihatan yang pernah diterimanya bahakan cendrung tidak menggunakannya untuk mencari dukungan dan simpati. Paulus tidak ingin jemaat menghitung lebih dari apa yang dilihat dan di dengar dari Paulus. Paulus tetap setia pada berita Injil. Paulus bertekun dalam pengajaran. Paulus bisa saja menggunakan penglihatan-penglihatannya untuk menambah minat dan kepercayaan orang pada pemberitaanya tetapi Paulus sadar betul bahwa kuasa dari pemberitaanya justru dari Allah sendiri. Selanjutnya bahkan Paulus mengaku pada akhirnya menerima duri dalam daging yang diberikan Allah dalam dirinya untuk senantiasa memelihara kerendahan hatinya. Paulus menyadari justru dalam kelemahanlah Kuasa Allah nyata dalam kehidupannya.

Pengakuan Allah sebagai otoritas tertinggi bagi Paulus tidak lantas membuat Paulus menjadi salah arah dan menggunakannya untuk memperbesar dirinya. Paulus menerima dalam kelemahannya Kuasa Allah yang mencukupkannya dalam segala hal. Paulus tetap setia menjadi pemberita Injil dan menyerahkan pada Allah untuk menambahkan kuasa bagi pemberitaannya.

Allah memerlukan tangan kita untuk mengerjakan tugas kita 
dan Dialah yang menopangnya dengan kekuatan daripada-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar