Yesaya 40:6-11
Ketika saya masih SMP, saya masuk
kegiatan pramuka. Sejak kelas satu saya berusaha aktif dengan harapan
akan ikut kamp wilayah yang biasa diperuntukkan untuk senioran atau kelas tiga.
Setiap anggota pramuka tentu mengharap untuk mengikuti kamp sebagai puncak dari
keaktifan di kepramukaan. Sampai di kelas tiga, tibalah pengumuman peserta yang
akan diberangkatkan kamp. Dengan sangat kecewa akhirnya aku mengetahui bahwa
namaku tidak masuk daftar. Rasanya tidak ada artinya apa yang kulakukan selama
3 tahun. Bahkan aku berpikir sia-sialah selama 2 tahun aku ikut latihan,
menghabiskan waktu sore dengan latihan tetapi aku ternyata sama saja dengan
siswa yang tidak tergabung dengan pramuka, tidak pernah merasakan sebuah kamp.
Dalam Yesaya 40:6-8 dituliskan bahwa manusia hanyalah seperti rumput
bahkan semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering dan bunga
menjadi layu, tetapi Firman Allah tetap untuk selama-lamanya. Bagian ini mau
mengajarkan bagi kita betapa sia-sianya hidup manusia tanpa Allah. Apakah
artinya kehidupan manusia? Pada ayat 9-11 kita menemukan jawabannya. Firman
Tuhan tetap untuk selama-lamanya dan siapa yang ada di dalam Firman maka ia
akan menjadi kepunyaan-Nya. Ketika kita ada di dalam Tuhan maka kita tidak lagi
sama dalam kesia-siaan manusia. Kita akan menjadi domba-domba yang digembalakan
dan dikumpulkan Tuhan ke dalam kerajaan-Nya.
Sekeras apa kita berjuang dan mendapat banyak hal dalam kehidupan
kita? Hari ini kita diingatkan, jika kelak kita tidak bersama Dia dalam
kerajaan-Nya maka sia-sialah semua usaha kita dan kita hanya seperti rumput dan
semua pencapaian prestasi, karir dan materi kita hanya seperti bunga rumput. Bagaimana
agar kelak kita bersama dengan Dia dalam kerajaan-Nya? Bukan dengan usaha kita
dan kekuatan kita memperolehnya. Yesaya berseru “Lihat, itu Allahmu” Kita hanya
perlu datang kepada Tuhan. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 5:12 berkata barangsiapa memiliki anak, ia memiliki hidup,
barangsiapa tidak memiliki anak, ia tidak memiliki hidup. Jelaslah bagi kita,
hanya ketika kita ada di dalam Yesus maka kita telah berpindah dari kesia-siaan
kepada hidup dan kita akan bersama Dia kelak dalam kerajaannya.
Tuhan, terimakasih karena Engkau telah mengangkat aku dari kesia-siaan
dan untuk kehidupan yang tidak akan layu
yang Engkau berikan dalam anugerah-Mu. Ajar aku senantiasa memuliakan Engkau
dalam seluruh hidupku yang telah Engkau tebus dalam Yesus Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar