Rabu, 28 Maret 2012

Refleksi Hari Ini: Apakah Kita Masih Bagian Kesia-siaan dan Rumput Kering


Yesaya 40:6-11

Ketika saya masih SMP, saya masuk  kegiatan pramuka. Sejak kelas satu saya berusaha aktif dengan harapan akan ikut kamp wilayah yang biasa diperuntukkan untuk senioran atau kelas tiga. Setiap anggota pramuka tentu mengharap untuk mengikuti kamp sebagai puncak dari keaktifan di kepramukaan. Sampai di kelas tiga, tibalah pengumuman peserta yang akan diberangkatkan kamp. Dengan sangat kecewa akhirnya aku mengetahui bahwa namaku tidak masuk daftar. Rasanya tidak ada artinya apa yang kulakukan selama 3 tahun. Bahkan aku berpikir sia-sialah selama 2 tahun aku ikut latihan, menghabiskan waktu sore dengan latihan tetapi aku ternyata sama saja dengan siswa yang tidak tergabung dengan pramuka, tidak pernah merasakan sebuah kamp.

Dalam Yesaya 40:6-8 dituliskan bahwa manusia hanyalah seperti rumput bahkan semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering dan bunga menjadi layu, tetapi Firman Allah tetap untuk selama-lamanya. Bagian ini mau mengajarkan bagi kita betapa sia-sianya hidup manusia tanpa Allah. Apakah artinya kehidupan manusia? Pada ayat 9-11 kita menemukan jawabannya. Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya dan siapa yang ada di dalam Firman maka ia akan menjadi kepunyaan-Nya. Ketika kita ada di dalam Tuhan maka kita tidak lagi sama dalam kesia-siaan manusia. Kita akan menjadi domba-domba yang digembalakan dan dikumpulkan Tuhan ke dalam kerajaan-Nya.

Sekeras apa kita berjuang dan mendapat banyak hal dalam kehidupan kita? Hari ini kita diingatkan, jika kelak kita tidak bersama Dia dalam kerajaan-Nya maka sia-sialah semua usaha kita dan kita hanya seperti rumput dan semua pencapaian prestasi, karir dan materi kita hanya seperti bunga rumput. Bagaimana agar kelak kita bersama dengan Dia dalam kerajaan-Nya? Bukan dengan usaha kita dan kekuatan kita memperolehnya. Yesaya berseru “Lihat, itu Allahmu” Kita hanya perlu datang kepada Tuhan. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 5:12 berkata  barangsiapa memiliki anak, ia memiliki hidup, barangsiapa tidak memiliki anak, ia tidak memiliki hidup. Jelaslah bagi kita, hanya ketika kita ada di dalam Yesus maka kita telah berpindah dari kesia-siaan kepada hidup dan kita akan bersama Dia kelak dalam kerajaannya.

Tuhan, terimakasih karena Engkau telah mengangkat aku dari kesia-siaan dan  untuk kehidupan yang tidak akan layu yang Engkau berikan dalam anugerah-Mu. Ajar aku senantiasa memuliakan Engkau dalam seluruh hidupku yang telah Engkau tebus dalam Yesus Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar