Minggu, 25 Maret 2012

Refleksi Hari Ini: Orang-orang Biasa Di antara Kita


1 Korintus 12: 12-27



Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok.
 Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh,
 tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.(1 Kor 12:18)



Dalam sebuah persekutuan sangat nyaman dekat dengan orang-orang yang aktif, ramah dan sangat perhatian. Pada umumnya, kita sangat bersimpati dengan orang-orang seperti ini. Bahkan kalau kita menjadi seorang yang aktif di persekutuan kita akan sangat dekat dengan sesama orang yang aktif di persekutuan. Tidak jarang kita justru mulai membicarakan orang-orang yang tidak mau terlibat dalam persekutuan yang semakin membuat mereka tidak nyaman dan bahkan tidak jarang akhirnya memutuskan keluar dari persekutuan itu. Adakah orang-orang biasa yang tampaknya tidak melakukan apa-apa dalam persekutuan kita? Benarkah mereka tidak melakukan apa-apa?

Dalam 1 korintus 12:12-27 Paulus dengan tegas mengatakan tidak ada orang yang kurang beararti. Perikop ini berbicara tentang jemaat Korintus yang mulai lebih menganggap lebih hebat karunia-karunia tertentu sehingga dalam jemaat ada orang-orang hebat dan ada orang yang biasa-biasa saja bahkan tidak diperhitungkan. Maka melalui surat ini Paulus dengan mengambil analogi yang sangat mudah dipahami menggambarkan bagaimana kita adalah satu tubuh dengan banyak anggota. Masing-masing anggota mempunyai peran masing-masing. Dengan sangat indah Paulus menuliskan tidak ada yang tidak Tuhan perhatikan. Maka kita pun harus melihat semua orang-orang percaya dalam sebuah persekutuan.

Kembali kepada awal perenungan kita, bagimana kita memandang orang yang biasa-biasa saja, orang yang tidak terlalu menonjol, orang yang tidak suka unjuk diri dalam persekutuan kita. Kita tidak perlu memaksa mereka seperti yang kita mau. Mari belajar untuk berkata,”Dia pun adalah bagian penting dalam persekutuan ini”

Belajar untuk tidak menuntut seseorang untuk berbuat 
tetapi melihat apa yang dia perbuat dalam keutuhan persekutuan kita. (RDS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar