Selasa, 10 April 2012

Bercanda Dengan Benar


Amsal 15: 1-4


Pagi ini sembari memasak, saya dan seorang kakak ngobrol dan bercanda. Sesekali secara refleks kami menggunakan istilah yang sering terdengar di TV dari seorang pembawa acara bincang-bincang sore di salah satu TV swasta. Beberapa kalimatnya yang kedengaran asyk adalah “masalah buat lo” dan “derita lo”. Kalimat-kalimat ini diucapkan sembari tertawa sehingga kedengaran hanya lelucon. Tapi tiba-tiba saya sadar, benarkah kalimat-kalimat itu kita ucapkan pada sesama? Lalu saya menyimpulkan, canda tidak harus merendahkan orang lain dan tidak menghargai orang lain. Selain gosip maka dosa lidah yang sering muncul adalah dalam canda. Dalam canda kita dapat akhirnya mengeluarkan kata-kata yang sudah merendahkan orang lain dan tidak menghormati orang lain.

Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan kata penulis amsal, bahkan ia akan kedengaran lembut dan seperti pohon kehidupan. Sebaliknya mulut orang bebal akan mendatangkan amarah karena hanya mengeluarkan kebodohan dan cendrung melukai hati orang lain.

Perkataan lemah lembut dengan jelas di paralelkan dengan pengetahuan dan pohon kehidupan dalam amsal ini, jadi perkataan lembut tidak identik dengan lemah, pelan atau enak terdengar. Dalam bahasa batak terdapat istilah “lamot-lamot songon begu” artinya ada orang yang berbicara dengan sangat halus tetapi tidak tulus dan mengandung kesombongan yang merendahkan orang lain. Jadi perkataan yang lemah lembut harus paralel dengan mengandung pengetahuan yang berarti kata-kata kita tidak kosong dan sia-sia serta paralel dengan pohon kehidupan yang berarti sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, mengarhargai dan menghormati orang lain.

Dalam canda memang akan kedengaran tidak menyakitkan tetapi jangan supaya kita kedengaran lucu kita akhirnya telah mengeluarkan kata-kata yang kosong, merendahkan orang lain dan menjadi sebuah kebodohan. Canda paling primitif adalah kata-kata yang mengandung seksualitas kemudian perendahan penampilan fisik seseorang dan kemudian menyinggung seseorang atau golongan tertentu.

Canda yang benar adalah perkataan yang merangsang pendengar untuk berpikir dan akhirnya mengerti letak kelucuannya dan tertawa dengan demikian canda kita adalah canda yang mendidik.

2 komentar: